Kamis, 23 Februari 2012

Peternak, Bukanlah Profesi Hina!

“Dan sesungguhnya pada binatang ternak itu terdapat pelajaran yang penting bagi kamu. Kami memberi minum kamu dari air susu yang ada di dalam perutnya,dan (juga) pada binatang itu terdapat manfaat yang banyak untuk kamu, dan sebagian dari padanya kamu makan”. (QS. Al Mukminun: 21)
produk utama ternak (susu, daging, telur dan madu) merupakan bahan pangan hewani yang memiliki gizi tinggi dan dibutuhkan manusia untuk hidup sehat, cerdas, kreatif dan produktif. Selain itu, ternak merupakan sumber pendapatan, sebagai tabungan hidup, tenaga kerja pengolah lahan, alat transportasi, penghasil biogas, pupuk organik dan sebagai hewan kesayangan. Oleh karena itu, tak heran bila Profesor I.K. Han, Guru Besar Ilmu Produksi Ternak Universitas Nasional Seoul (1999) menyebutkan pentingnya peran ternak dalam peningkatan kualitas hidup manusia.
  • Sebagai sumber daging : al-haj 21;28
  • Sumber susu : al-muminun 23;21 “dan sesungguhnya pada binatang-binatang ternak, benra-benar terdapat pelajaran yang penting bagi kamu, kami memberi minum kamu dai susu yang ada dalam perutnya, dan juga pada binatang-binatang ternak itu terdapat faedah yang banyak untuk kamu, dan sebahagian dari padanya kamu makan.”
  • Sumber tenaga kerja : 40;79 “ Allahlah yang menjadikan binatang ternak untuk kamu, sebagianya untuk kamukendarai dan sebagianya untuk kamu makan.”
  • Sebagai sumber obat : 16;69 “ kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan yang telah dimudahkannya (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya didalamnya terdapat obat yang menyembuhkannya bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu, benat-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.”
  • Yang dilarang dimakan : terdapat pada surat 6:145 , babi, bangkai hewan dan hewan yang disembeli tanpa izn kepada Allah swt.
Ilmu peternakan merupakan ilmu terapan yang disebut secara eksplisit di dalam Al Quran. Bahkan beberapa nama hewan ternak dijadikan sebagai nama surat di dalam Al Quran, misalnya :
  1. sapi betina (Al Baqarah),
  2. hewan ternak (Al An’am), dan
  3. ternak lebah (An Nahl).
Banyak ayat Al Quran yang secara eksplisit menyebut nama-nama hewan ternak, misalnya :
  1. ternak sapi (QS. 2: 67-71, 73; QS Yusuf: 43),
  2. unta (QS. Al An’am:144; Al Hajj: 27, 37; QS. Al Ghasiyah:17),
  3. domba (QS. Al An’am:143, 146; QS. An Nahl: 80),
  4. kambing (QS. Al An’am: 143, An Nahl: 78, Shad: 23-24),
  5. unggas (QS. 2: 260; 3: 49; 5: 110; 6: 38; 16: 79; 23: 41; 27: 16; 67: 19),
  6. kuda (QS. 3: 14; 8: 60; 16: 8; 38: 31; 100: 1) dan
  7. lebah (QS. 16: 68-69).
Bahkan ternak telah lama akrab dalam kehidupan kaum Muslimin, baik dalam pelaksanaan ibadah (zakat, kurban) maupun manfaatnya yang multi guna dalam kehidupan.
Hewan ternak merupakan sumber pelajaran yang penting di alam karena terdapat banyak hikmah dalam penciptaannya. Lihatlah bagaimana Allah memberikan kemampuan pada ternak ruminansia (sapi, kambing, domba dan kerbau) yang mampu mengubah rumput (hijauan) menjadi daging dan susu. Atau kemampuan yang dimiliki lebah madu dalam mengubah cairan nektar tanaman menjadi madu yang bermanfaat dan berkhasiat obat bagi manusia (QS. An Nahl [16]: 68-69). Sedemikian besarnya peran usaha peternakan dalam kehidupan, maka sudah pada tempatnya sub sektor ini mendapat perhatian kaum Muslimin, termasuk melakukan penelitian dan pengembangan produk peternakan yang bersumber pada Al Quran dan Al Hadits.


Peternak, Bukanlah Profesi Hina!

“Semua Nabi pernah menggembala kambing”, kata Rasulullah saw. dalam suatu perbincangan dengan para Sahabat. Seorang Sahabat bertanya, “Engkau sendiri bagaimana, ya Rasul?”. “Aku pernah menggembala kambing,” jawab Nabi. Dialog singkat tersebut mengisyaratkan bahwa menjadi peternak (penggembala ternak) adalah profesi yang pernah dilakukan para nabi. Bahkan, banyak penulis sirrah nabawi menjelaskan bahwa ketika berusia muda, Nabi Muhammad saw. adalah seorang penggembala kambing yang terampil. Beberapa riwayat menjelaskan, Nabi yang mulia itu sering memerah susu ternak domba piaraannya untuk konsumsi keluarga beliau.
Profesi sebagai peternak sapi juga pernah dilakukan Nabi Musa alaihissalam selama delapan tahun, sebagai mahar atas pernikahannya dengan anak perempuan Nabi Syuaib alaihissalam. Sebelumnya, Habil, putra nabi Adam alaihissalam juga mengurbankan kambing unggul miliknya. Kurban Habil pun diterima Allah swt.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar